-
Tua Lokon
Tua Lokon Oleh Bung Neo Kami bertiga[1] memulai perjalanan untuk bertemu Tua Lokon dengan berjalan dari Lansot sampai depan triple M. di situ berjejer penjual nasi kuning berebut mereka yang lapar di jumat pagi yang cerah itu. Angkot-angkot berwarna biru sudah mulai ramai menderu jalanan kota. Kami pun menaiki salahsatu pasukan biru yang bertuliskan Kinilow.…
-
KARTINI DAN ISA ALMASIH
KARTINI DAN ISA ALMASIH Oleh Bung Neo “yaa kyapa Cuma sadiki dank”[1] ujar seorang bocah laki-laki kepada ibunya. “ngana suka banyak so”[2] jawab ibunya dengan logat melayu manado yang mulai meninggi. Aku berada di kursi C baris 6 sewaktu rombongan keluarga tanpa ayah itu lewat. Mulanya aku merasa risih karena mungkin Cuma aku cowok yang…
