-
Catatan Sei 20
Never Leave History Sejarah itu milik siapa yang menang! Sepertinya benar juga tapi saya mungkin perlu menambahkan dengan kata PENGUASA dan Para PENJILATNYA. Silakan saja karena kalian adalah penguasa dan penjilat maka kalian BEBAS mengajukan dan menetapkan siapa yang LAYAK dan TIDAK LAYAK menjadi PAHLAWAN. Saya tidak heran apabila ada yang “bapaksa” mengajukan seorang PEMBUNUH…
-
Catatan Sei 19
Memori Banyak memori kembali ke ingatan saya melalui pengalaman membaca, mengobservasi perilaku anak anak dalam kelas, berinteraksi dengan teman teman, belajar bahasa inggris di kelas Lao Shi Sarah yang diperuntukkan untuk guru guru serta bercanda dengan istri saya setiap hari setelah pulang sekolah. Inspirasi dapat ditemukan dari mana saja. Dari pengalaman membaca saya mengingat kembali…
-
Refleksi Buku Bulan November
“Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang yang berperasaan dan berpikiran waras ikut tersinggung”. Perkataan Kommer kepada insinyur Mellema mengingatkanku pada pertanyaan anak anak mengapa saya cenderung membela Palestina? Saya bukan pendukung Palestina juga bukan pendukung Israel tapi saya sangat membenci siapa pun yang menindas kemanusiaan!Dalam novel anak semua bangsa saya belajar bahwa hak kemerdekaan adalah milik…
-
Catatan Sei 18
Minke: Sebuah Autokritik Minke keluar dari kantornya Nijman sambil membawa naskahnya tentang penderitaan petani kecil yang bernama Trunodongso di Desa Tulangan. Minke meluapkan kekesalannya pada komentar Nijman tentang tulisannya dengan merobek naskah tersebut sampai berkeping keping dan dihamburkan terbang tak tersisa.“Mungkin saja kau benar, Minke” kata Jean Marais, “Tapi orang juga punya hak untuk menyampaikan…
-
Catatan Sei 17
Melawan Tirani(masih membaca Sejarah Paris karya Andrew Hussey)Tirani memang layak untuk ditumbangkan apalagi kalau sudah berhubungan dengan penindasan terhadap rakyat kecil dan penyakit ‘tuli’ massal oleh para pejabat yang sengaja memilih untuk menutup telinga mereka terhadap jeritan rakyat.Dalam catatan sejarah, Paris selalu menghadirkan dinamika yang penuh intrik dalam politik pemerintahannya termasuk Munculnya seniman jalanan di…
-
Catatan Sei 16
Coret DindingPak Didi dan pak Ence adalah karyawan sekolah yang bertanggung jawab pada kebersihan dan kerapihan lingkungan sekolah. Beliau berdua adalah pegawai senior yang loyal dan rajin. Saking cintanya mereka pada pekerjaan maka mereka sering juga mengedukasi murid-murid tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan khususnya toilet.Sekolah kami memiliki toilet murid yang nyaman dan sangat representatif untuk…
-
Catatan Sei 15
Nilai ujian, Pentingkah? Murid dilarang belajar saat hari ujian tiba. Mereka harus belajar menghargai martabat mereka sebagai manusia pembelajar bahwasanya belajar semata mata hanya untuk mengejar nilai (angka) hanya mempertegas bahwa ia benar benar tidak belajar untuk kehidupan—seolah nilai menjadi patokan untuk mengukur kecerdasan. Selalu saya menekankan bahwa nilai itu tidak penting ketika digunakan hanya…
-
Catatan Sei 14
Sepanjang perhelatan pertemuan berkala XVII SMA/K Katolik se-Keuskupan Manado yang diselenggarakan di SMK Polaris Bitung saya belajar untuk semakin percaya pada harapan. meskipun harapan tidak selalu berarti bahwa sesuatu akan berakhir dengan baik. SMA Rex Mundi pulang dengan 1 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu. artinya piala juara umum belum kembali ke jalan Samrat…
-
Refleksi Buku Bulan Oktober
Saya mengenal Wimar Witoelar saat saya membaca buku tentang Gus Dur. WW sebagaimana orang memanggilnya pernah menjadi juru bicara semasa kepresidenan Abdurahman Wahid Alias Gus Dur. Nah dalam biografi karya Fira Basuki ini cerita tentang kehidupan Wimar ditulis tidak seperti buku biografi tokoh politik pada umumnya. Fira menampilkan sosok WW selayaknya WW dalam bersikap sehari…
-
Catatan Sei 13
Ada yang mulai takut kepada IDE! memang ide tidak bisa dimusnahkan meskipun tubuh dibinasakan. Aksi demonstrasi yang menyebar dari Indonesia, Nepal, Perancis, Inggris dan berbagai negara lain di dunia memperlihatkan ‘keprihatinan’ dan rasa sakit hati yang telah lama terpendam dapat meluap bagaikan air bah yang menyapu daratan. Gelombang kemarahan itu bahkan datang di saat pemerintah…
