Istimewa

Daun Woka

This is the post excerpt.

4600921202_5852742363_z
nasi Kuning daun woka (sumber gbr flickr)

aku sebenarnya agak kikuk menggunakan nama ini (daun woka) karena maknanya bagi orang Minahasa (menurut kamus marga “fam” minahasa) sangat berkaitan dengan posisi/strata yang dihormati meski orang Minahasa sendiri tidak mengenal pembagian kasta atau kebangsawanan sebelum “kompeni” masuk mencaplok tanah Toar dan Lumimuut diikuti dengan penguasaan oleh kerajaan-kerajaan sekitar yang feodal. menurut kamus itu daun woka yang kuning keemasan adalah dasar munculnya fam TUWO yang melambangkan keperibadian seorang pemimpin yang mulia dan dihormati. tapi aku tak mau menjadi pemimpin yang dihormati aku ingin jadi orang kecil yang terhormat meski hanya menjadi “pembungkus” nasi kuning yang dijual dibeberapa warung pinggiran kota Manado. ya daun woka yang menjadi hiasan di acara-acara…setidaknya itulah kebanggaan yang kumiliki dengan menyandang fam TUWO dari leluhur. menjadi yang dilihat tanpa mata, dirasa tanpa hati namun tetap ada dan memberi. berkarya dalam kesunyian…

curi-curi waktu

tiga punggawa KKN 2010 (belum lengkap) karena yang lain masih di perantauan

Selalu ada ruang pertemuan bagi mereka yang bekerja untuk waktu. Kita mungkin mengatakan kalau sibuk membuat kita tidak punya waktu untuk sekadar bertemu dan berbagi cerita. Well itu mungkin benar namun toh ternyata dalam kesibukan itu kita sering bertemu dengan kejenuhan dan kehampaan.

Sahabat akan selalu saling mencari Ketika waktu memberi sedikit ruang untuk bertemu. Pada saat seperti itulah kita tersadar kalau kita sebenarnya selalu mempunyai waktu hanya saja kita tidak punya keberanian untuk mengatakan stop, rehat ,istirahat, jedah dari setiap “kesibukan” sehari-hari.

Tidak jarang kita lebih mudah melakukan sesuatu yang spontan ketimbang rencana yang sudah disusun jauh sebelumnya. Misalnya saja program reuni yang diidam idamkan justru hanya sampai pada tahapan RENCANA. Sedangkan pertemuan yang tak terduga justru sering dapat dinikmati meskipun tanpa perencanaan sebelumnya.

Okeylah kali ini gue memang menikmati keputusan untuk bilang “jedah” dari setiap kesibukan. Kata orang sih sedikit mencari angin segar dari penatnya keseharian yang padat merayap seperti jalanan kota Manado saat jelang natal tahun baru. Stress memicu keinginan makan yang besar, perut membuncit seperti sedang hamil tua kemudian lama-lama diabetes bla bla bla

Hmm gue nggak lagi ngeluh soal 6 jam pelajaran dikalikan 5 hari full sama dengan 30 jam perminggu untuk 15 kelas yaaa justru gue menikmati karena memang gue senang ngajar! Yang gue maksud di sini adalah keberanian untuk “menikmati hari libur”! loh emangya ada yang nggak menikmati hari liburnya? Absolutely yes! Masih ada saja orang yang katanya sibuk di akhir pekan karena tugas mebludak lah eksektra. Hmmm mungkin itu namanya sok sibuk kali yaa. (yah gue  nggak bisa membantah sih kalau kadang kadang gue juga begitu sih hiks hiks hiks)

Bukannya sok sibuk tapi memang kadang ada pekerjaan yang tak bisa ditunda karena habisnya “waktu” tadi. Hmmm mending kita jangan saling menghakimi deh soalnya selama kita masih kerja di bawah “perintah” maka yah siap-siaplah kalau kadang hari libur kalian itu sering “terenggut”

So daripada diabetes plus tipes mikirin itu lebih baik nikmati prosesnya saja yaahhh dan sekali skali kejarlah kesenangan seperti mengejar hari “carpe diem”. Kalau hari saja dikejar apalagi kesenangan! Meybi salah satu kesenangan yang wajib dikejar adalah kumpul kumpul bareng sahabat. Nggak perlu jalan jalan ke tempat wisata atau sampai ke kapadokia cukup di rumah aja matikan internet kemudian duduk duduk santuy ditemani minuman, makanan dan segala isinya kemudian mulailah proses lamu lamu kata orang Manado.

En jangan lupa untuk stel music nyanyi nyanyi dan yang paling penting goyang goyang dansa! Oh ya kalau sudah ngumpul ada baiknya nginap juga ya kawan, karena momen momen begini yang jarang jarang terjadi. Pokoknya kalau uda gitu pasti reunion itu akan lebih bermakna.

After that??? Kembali ke dunia nyata yakni dunia yang seolah-olah waktu adalah raja! Ehhh itu seolah-olah loh bukan sebuah kepastian jadi soal waktu untuk bersenang-senang boleh kok kita nyuri nyuri di setiap ada kesempatan hehehe

Selamat bersenang-senang!

Kakas-Tomohon

14-16 Januari 2022

bakar mujair
diskusi hari pertama
diskusi hari kedua
sepertinya diskusinya sudah berat yahhh
nyanyi deh meski udah berat matanya
nah kali ini pindah tempat diskusinya hehehe
ini sih pura-pura saja
ini lebeh soeee, minum mojito kok saat cuaca lagi dingin dinginnya
membaca bersama nyamuk
salah satu acara reunian adalah olah badan yaaa jangan cuma makan makan
tempat kongkow yang rekomended deh di kota tomohon dekat polres. yang suka ngobrol ngobrol ala cafe vintage enn tenang nah ini tempat cocok

Ihhhaaate januari

coach dan coachee

Bulan januari itu berarti saatnya semester atau season yang kedua dimulai! Sebelum anak-anak kembali ke Samrat 60 maka tentunya para gurunya dong yang harus berkumpul mempersiapkan segala sesuatu yang nantinya akan dikerjakan selama enam bulan alias satu semester. Ada yang menarik untuk semester genap ini yakni untuk pertama kalinya setelah dua tahun pembelajaran akan dilaksanakan secara tatap muka alias NO PJJ wah ini berarti nggak adalagi yang Namanya zum zuman, jimit jimitan apalagi vcvc-an sekarang saatnya memanusiakan seluruh civitas akademika yakni berhadapan langsung alias tatap tatapan.

Dua hari para guru dipersiapkan dengan hal-hal teknis seputar pembuatan erpepe dan perumusan kade kade yang esensial untuk memenuhi ketercapaian kompetensi peserta didik yang harus mereka miliki setelah mempelajari pelajaran tertentu. Nih gue contohin ya misalnya mapel sejarah yang membahas kade mengenai penelitian sejarah maka capaian yang hendak dimiliki oleh setiap PD adalah mereka mampu untuk minimal dapat menulis karya tulis atau esai sejarah!

Selain mengenai perumusan kade esensial kami juga diberikan kesempatan untuk mendengarkan pemaparan teman-teman kami yang menjadi calon guru penggerak mengenai bagaimana menjadi coach yang baik kepada teman sejawat atau pun kepada siswa saat muncul masalah dalam pembelajaran. Well menjadi coach itu bukan menggurui atau pun menasihati yaaa tapi bagaimana membantu coachee untuk menemukan sendiri solusi dari setiap masalah yang mereka sedang hadapi.

Kemudian soal memberikan disiplin positif kepada anak gue belajar untuk tidak “menghukum” tapi memberikan “sanksi” kepada siswa yang melanggar aturan. Siswa adalah tujuan utama dalam pembelajaran so segala sesuatu yang berhubungan dengan kesuksesan pembelajaran dan interaksi guru dan siswa bergantung dari apakah kita memperlakukan siswa secara manusiawi dalam mendisiplin. Hmm terdengar idealis namun agak sulit dipraktekan apalagi bagi guru yang emosinya sering meledak ledak karena jengkel dengan kelakuan siswa yang melanggar aturan.

But eniweyyy sulit bukan berati tidak bisa sama sekali kan? Ya memang marah tidak harus bentak bentak kan? Jengkel tidak harus teriak-teriak kan? Yah mendingan pake toa aja supaya nggak perlu teriak! Hmm pokoknya guru itu manusia juga kayak orang tua di rumah ada masanya jengkel dan marah sama anak. So anak anak plis deh jangan cepat cepat menjudge kalau guru yang suka marah-marah itu guru “jahat’ “killer” atau segala julukan julukan antagonis macem macem uda kalian sematkan ke beliau beliau. Pikir deh kenapa guru bisa segitunya? Pasti karena kalian juga segitunya kan???

Hmmm siswaaaaaa siswaaaaaa mending kalian cari deh kegiatan kegiatan positif yang menarik perhatian guru, bukan cari perhatian di hal hal yang absurd. Gue tahu kalau kalian kadang jengkel dengan orang tua kalian, kawan kalian, lingkungan kalian atau bahkan ada di antara kalian yang menganggap kalau dunia tidak adil kepada kalian. Tapi tolonglah!  kalian hanya menghabis habiskan waktu dan tenaga kalian untuk menjadi orang yang tidak baik! Ujung ujungnya kalian hilang ditelan sejarah dan tidak dikenang lagi. So mari ubah mindset kita dengan perbanyak kegiatan kegiatan kreatif dan kembangkan hobi hobi kalian yang mengarahkan kalian ke hal hal yang positif.

Bagi guru? oalah menjadi guru berarti tuntutannya lebih besar lagi dong! Setidaknya menjadi teladan seperti moto tut wuri handayani yang terjemahan bebasnya adalah kalau nggak mau repot dengan anak orang jangan jadi guru! (sepertinya bukan itu deh artinya, ya silakan pembaca cari tahu sendiri aja ya apa itu tut wuri handayani)

Manado,6 Januari 2022

Return to Red Campus

sepertinya bulan januari ini jadi bulan return-returnan stelah para alumnus hogwards, kemudian para geng geng jayuss balik woloan nah skarang gue balik lagi ke kampus merah alias FIS nahhh buat klean klean yang nggak tahu kepanjuangannya FIS itu adalah fakyulti ilmyu sosyel.

Udah yaaa gue mau masuk dulu krn tujuanku kali ini adalah untuk memperbanyak ijazah ehhh bukan bukan tapi mau legalisasi ijazah dan segala turunannya ya.

Stelah memveri salam ke pak satpam (kan gueee atitudenya memang anak baek to) langsung deh gue naik ke lantai dua (ternyata ruang dekan udah pindah nggak lagi di bawah)

Di ruang dekan yang sunyi seperti malam natal itu gue menyapa pegawainya en cyusss prosesnya begitu cepat ketemu dekannya dan sperti biasa gue ditanyaaa trus uda PNS???

wuahhh ini ni pertanyaan paling keramat kedua setelah kapan nikah???

waduhhh mana ibu yg disamping gue juga nanya nanya terus knp nggak ikut PPPK bukan P3K yang tempat betadin dan sgala isinya yahhh emangnya gue uda mau co. Id

Kenapa sih pertanyaan pertanyaan yg muncul untuk anak lulusan PT itu harus UDAH PNS BLOM????

woyyy emangnya job job di bumi ini cuman itu doanggg yahh??

knp sih nggak nanya uda kerja blom atau uda makan blom? Pas gue lagi lapar juga krn memang blum smokool dari pagi.

Hmmm gini ya mnurut gue pekerjaan itu soal kesempatan dan tentunya pilihan! yahhh kayak nyari jodoh gitu smuanya soal KENYAMANAN! sooo udalah nggak usah ngebanding bandingin itu job job berseragam macam apa krn toh smua job itu harus minimal berpakaian toh tidak peduli mo pakaiannya keki, psl, jubah,loreng, coklat pramuka, sarung, pdf, jpeg, excel,word lohh kok uda smacam nama nama aplikasi hehhew

Okeyy deh lupain aja masalah itu yang penting skarang urusan legalisasi ijazah udah slesai en skarang gue tuh mau meromantisasi perjalanan gue waktu ngampus dulu skitar 13 tahun yang lalu.

Wah trasa udah tua ya dan memang uda tua 😆

Hmmm nostalgia naik si biru dari bundaran manguni sambil bilang “om FIS” (itu mantra kalau mau ke kampus) nanti kalau mau balik tinggal katakan “om bawah” 😆😆😆

Mantra brenti adalah “muka om”. Yah simple tohh???

oh ya belum banyak yang berubah dari wujud fisik kampusnya masih seperti dulu! termasuk jalan tikus yang menghubungkan kos kosan gue dengan FIS wah masih ada 😆 itu tuh jalan dari perum blok D yang harus mlewati sampa sampah kemudian pinggir pinggirnya ilalang ilalang lajang 😆

Pokoknya itu jalan legend dehhh buat kami kami ini mahasiswa mahasiswa yang tergolong dalam ekonomi dunia ketiga yang anti kapitalisme dan imperialisme 😆

hmmm sayang gue nggak sempat nengokin istana kos gue ckckck nanti deh kalau uda ada kesempatan gue akan melakukan kunjungan kenegaraan kepada yang mulia bude kos 😊

Okeyyy skian dulu deh laporan kunjungan gue ke kampus merah.

Gue nulisnya di dalam mobil saat pulang manado dan mobilnya mirip mobil yang dipakai Ron Weasley dan Harry Potter waktu mreka mau balik ke Hogwards. jingkrak jingkrak tambah suara bising dari knalpotnya yang sudah kayak musik rap yang dinyanyikan penyanyi dangdut bikin gue nggak bisa konsen lanjutin nulis esay ini.

Okok sampai jumpa lagi kampus merah 😊

Tondano, 4 Januari 2022

Return to Woloan

makaseh emon pe om so foto pa torang yang jayuss jayuss ini

Ehh so dua puluh dua dua kote kang…

Sebenarnya sih uda sadar sejak malam tahun baru tapi yah gitu memang Namanya masih keturunan slyterin jadi masih bisa parsel tongue. Sedikit licin dan penuh muslihat well wel wel nggak papalah apalagi banyak hal absurd yang kayaknya masih “menyertai” gue di awal tahun ini. Mungkin mirip si Harry Potter yang masih merasakan sakit pada dahinya padahal Voldemort sudah pergi ke kampung wowo 20 tahun lalu.

Tapi yah sudahlah ingat aja doa malam tahun baru ehh nda usalah disebut doa anggap saja motto ehhh resolusi ehhh apa yaaa Namanya ahhh mana mana jo ngoni suka. Pokoknya ada niatan untuk bertobat, berobat (karena otak memang lagi sedeng rada rada miring seperti sudut kemiringan bola bumi), bersahabat dan jangan asal sambat punya orang.

Hmm susah memang kalau start 2022 sudah dimulai dengan “perjamuan para pure blood” kayak return to hogwards yang bela belain gue langganan HBOGO hanya untuk liatin para alumnus Hogwards mau ngelegalisir ijazah mereka hehehe. Tapi kali ini bukan Hogwards beneran loh tapi gue tepatnya kami kayak “return” tepatnya perjamuan paskah tahun lalu yakni di suatu tempat yang hening di kening tapi pusing untuk dikenang.

Ya judul awal tahun ini mungkin lebih cocok diberi nama “Return to Woloan” hehehe ya tidak lengkap sihh karena sih Hagrid aka Schifo nggak bisa gabung karena katanya sih sakit tapi ada keabsurdan yang terlihat pada balasan pesan WA yang gue kirim lewat para burung weris kepadanya di koka city:

“sorry guys, kita kwa mo pi acara suka, kita pe tua ada mninggal”

Nah coba deh kalian perhatikan antara kata “suka” dan “meninggal” astaga Hagrid hagrid ko balas pesan WA itu ketik pake mesin ketik atau mesin penggiling padi sih hehheehe sejak kapan acara meninggal menjadi acara suka????? Waduhhhh waduhhhh (setelah di klarifikasi ternyata ada typo gitu)

Eh pas kami melakukan panggilan video call dengan jasa jasa mantra patronus tusa gemoyyy ehhh terlihat si Hagrid lagi angkat angkat meja dan perkakas ke rumah duka. Nggak ada yang salah sih dengan aksi kemanusiaan itu, tapi yang sedikit absurd adalah pada pesan WA sebelumnya si Hagrid menyampaikan kalau dia “lemah” dan “sakit”oalahhhh schiv schiv orang lemah dan sakit kok ngangkat perkakas kayak sih cimot kucingnya cristy yang juara olimpiade angkat besi versi rumengkor hehehehe

But eniwey return to woloan kali ini memang penuh dengan dialog dialog sotoyy ala penghuni Hogwards versi Samrat heehhe. Kumpulan para guru-guru nyeleneh yang menjadi penggemar-penggemar tim bola eropa sebut saja si kuda epilepsi, setan kredit, burung lotoy, singa tepar, bola konteiner  (yah silakan tebak itu julukan klub klub apa saja yahhhh) pokoknya mreka kalau sudah bicara bola itu sudah kayak wartawan wartawan CNN, BEin, BBC sport, kecapsport ABC, sirup marjan delasport, nutrisari dingin sport eitss kok nama nama medianya kayak nama makanan dan minuman pinggir IT center hehehe yah meskipun mreka itu fans fans gila tapi hanya satu yang meyatukan mreka yakni “la fiesta delacaptikus” alias drunkeennn. Wel wel wel it”s holiday guys so far tidak ada masalah dengan itu tohhh yang penting tetap membawa cahaya to?

Terimakasih emon dan kluarga sudah menerima tiga orang majus ehhh maksud gue empat orang jayuss di hari pertama dua kosong dua dua. Tuhan memberkati keluarga,amin.

Oke selamat tahun baru semuanya pembaca daun woka siap-siap untuk kembali masuk dalam kesibukan harian. Cintailah pekerjaan kalian meskipun kadang pekerjaan itu tidak pernah mencintai kalian.

Woloan 1 Januari 2022

Polos-polos winyolos dan kukis besi

photo by Aris jurnalist CNN hehehe

pusing pusing pusing baca buku filsafat di akhir tahun memang memusingkan setidaknya untuk gue sih. Lagi pula kenapa sih gue memasukkan buku itu ke dalam keranjang belanjaan akhir tahun? Hehehe pertama karena bukunya mungil kecil seperti kamu hehehee, kedua karena nama penulisnya dong: “Goenawan Mohamad”! siapa sih yang nggak kenal esaist, kritikus sastra, novelis dan segala gelar kesastraan dan kesenian yang melekat pada sosok pria yang tulisan tulisan “caping”nya sangat gue nantikan kalau beli majalah tempo.

Oh ya perlu pembaca tahu kalau gue memang punya tradisi akhir tahun yakni berbelanja buku saat desember untuk dinikmati di minggu terakhir jelang tahun baru. Kali ini gue membeli dua buku salah satunya adalah buku mas Goen itu judulnya “Estetika Hitam (Adorno,Seni dan Emansipasi) terbitan Ircisod. Buku yang kedua adalah Harry Potter and the Cursed Child karya John Tiffany dan Jack Thorne. Gue mulai start membaca tanggal 29 desember (hari gue ke Gramedia). Sepulangnya dari toko buku itu langsung deh gue lahap bukunya John and Jack.

Nah untuk buku mas Goen baru aja gue mulai hari ini: 31 Desember! Hari lahirnya Lord Voldemord! Baru sampai bagian 3 aja gue udah pusing ketemu dengan nama-nama filsuf mazhab Frankfurt! Yang gue paham skecil kecilnya sih hanya kata Marx, Engels dan Lenin wkwkwk apalagi komunis! Fyuhhhh hmmm kalau kata ini sih di Indonesia sudah kayak nama Voldemort jangan disebut sebut nanti digebrek gebrek para dementor hahaha

Okoke setidaknya gue sudah nyelesain buku harry potter tinggal “estetika hitam” ini yang harus perlahan lahan dislesaikan. Pada dasarnya sih gue memang nggak suka filsafat tapi gue suka membaca! Soal paham atau tidak itu urusan bu Jayanti  saja dehhhh yang penting baca! Karena bagi gue membaca itu adalah kenikmatan seperti layaknya minum kopi ditemani kukis nasi jaha atau kukis besi ala sensei rini ehhh sorry maksud gue kukis besi itu ada brandnya loh “alamama”. (cari aja di tataaran dekat tugu manguni arah ke kampus UNIMA tanya aja di situ rumah sensei rini di mana ya??? Pasti dapat!) oh ya yang nggak tahu kukis besi itu kalau di daerah Minahasa lainnya Namanya “curut” ya bukan besi beneran yaaa oh ya jangan makan besi ya kawan-kwan. Voldemort saja nggak mau makan besi!

Bateniweyyyy maafkan gue yang polos polos winyolosss nggak tahu lagi nulis apaan hehehe. Intinya menjelang tahun baru 2022 gue mau menghabiskan waktu bersama buku! Supaya tradisi akhir tahun gue terus terpelihara sehingga nggak dapat kutukan ala Voldemort! Hmmm dari tadi kasihan gue ama Voldemort di hari ulang tahunnya malah banyak dibully. Gue kaget kalau dia punya keturunan yang masih hidup! Ckckckck cerita ini kayaknya akan abadi dehhh sampai keturunan gue yang ke sekian hehee aduh sama siapa ya???? Hmmm gue sama siapa aja boleh mo dia slyterin, griffindor, hufflepuf atau ravenclaw yang penting asal jangan jadi penyihir gelap aja udah bersyukur gue!

Yahhh semoga di tahun 2022 gue segera ketemu deh sama orang yang tepat kira-kira seperti Giny Weasley, Hermioni Granger, Cho Chang, Luna Ravenclaw atau yang kayak Delphi juga boleh hehehee yah kalau memang nggak ketemu ama yang darah murni atau muggle born sama yang hatinya transmigrant dari hati orang  juga boleh asal jangan anak sarani pe mama nehhhh cilaka duablas kalau begitu!

Oh ya tinggal hitungan jam tahun 2021 akan segera berakhir. Gue lagi menulis esai absurd ini langsung dari computer. Biasanya gue nulis dari buku catatan tapi karena berhubung halaman kosongnya udah habis (itu tandanya harus beli notebook baru) jadi langsung deh jari jari ini menggeranyangi tuts tuts computer ini dengan segala huruf yang membentuk kata yang kemudian menjadi kalimat kemudian menjadi paragraph yang tak berguna ini hehehee

Alowww gue nggak tahu mau berhenti di mana! Ini uda kayak kekagumanku sama kamu yang tak habis oleh huruf-huruf pada tuts computer! Ok dah terakhir gue mau ngucapin selamat tahun baru untuk pembaca Daun Woka yang tersesat. Semoga kalian tidak dimurtadkan dengan pemikiran-pemikiran gue yang poloswinyolos seperti kata teman gue ibu Jayanti (guru Bahasa Indonesia tapi pemilihan diksi Bahasa manadonya keren “polos polos winyolos”)

Semoga tahun baru nanti semuanya baru ya termasuk ingatan kita juga diperbaraui atau diinstal ulang. Dan semoga dompet serta rekening yang telah dengan khilaf kita perkosa di bulan desember dapat kembali lagi kehormatannya wkwkwkwk

Dan doakan juga semoga spiderman dapat menemukan kembali jalan pulang. Layangan putus dapat ditemukan kembali dan disambung kembali. Mama ani yang jadi mama tiri tetap tegar dan kuat menjalani hidup yang penuh caci maki. Ingat saja selama anak tiri nyaman memanggil kamu mami ya teruskan saja perjuanganmu wkwkwwk

Yaudah dehhhh semakin lama semakin ngawur tulisan gue ini. Selamat tahun baruuu ya semuanya! Jangan sampai merry crisis en heppy new fear ya guysssss!

Manado, 31 Desember 2021

Blessing In Disguise

Kisah malam natal identik dengan upaya Maria dan Yosep mencari tempat penginapan tapi semuanya full sehingga tempat “terbaik” yang ada waktu itu hanyalah palungan atau sebuah kendang. Di tulisan gue sebelumnya gue menulis kalau “kandang” bagi gue di saat natal begini adalah “home” bukan “house” atau tempat tapi ini soal bagaimana merasa nyaman. Hmmm seperti pepatah home sweet home lah begitu kira kira gue mau menggambarkan natal idaman gue.

Nah bagi anak kos yang nggak “pulang kampung” momen natal seperti ini bukan soal tempat penginapan tapi soal kira-kira di mana ada rumah makan yang masih buka saat natal ya??? Ahhh cilaka duablas! Hmm kan bisa “pasiar” di rumah teman to? Ya sih tapi gue sendiri memang merencanakan natal yang berbeda tahun ini (gue uda ngestok ikan tuna kaleng sebagai persiapan seandainya terjadi darurat bencana kelaparan saat nggak ada rumah makan yang buka hehehe)

Di tengah ketidakpastian dan kemalangan itu ehhh ada pesan WA masuk

“Ndre pasiar sini kalau ada waktu”. Begitulah isi pesan teks dari Miki

Wow gue langsung “come on guys” gasskeen! Ajak gue ke Aris dan Frangky

Dua teman gue ini kurang lebih nasibnya sama dengan gue sama-sama anak kos bedanya gue menjebakkan diri di kos sedangkan mereka memang murni anak rantau hehehe ya ibaratnya gue itu muggle born mereka pure blood kalau di Harry Potter

Keluarga Miki dan Vero adalah pasangan muda dan ini adalah the first Xmas celebration  buat mereka sebagai sebuah keluarga. Wow berarti kami tamu pertama dong yang datang “pasiar” di rumah mereka saat natal.

“torang dua di rumah sunyi, ngoni mo cari rame jadi memang klop no ngoni da datang kamari”, begitulah kesan tuan rumah waktu kami memutuskan untuk natalan di rumah mereka yang sederhana, rapih, tenang dan terutama nyaman. Sambutan yang hangat dan pergaulan yang penuh persahabatan membuat gue memang merasakan makna yang sebenarnya dari Natal yang gue cari tahun ini. Bukan soal tempat dan makanan tapi sekali lagi kenyamanan dan kedamaian.

Terima kasih Miki dan Vero setidaknya gue dapat sedikit melupakan apa yang terjadi di penghujung tahun ini. Aris bilang kase tenang pikiran biar sapu-sapu dada hehheee

Natal kali ini memang seperti blessing in disguise bagi gue. Awalnya terlihat sangat malang dan menyedihkan tapi akhirnya gue menemukan berkat melalui persahabatan di antara teman-teman.

Terima kasih Miki dan Vero for ur hospitality, Aris untuk kebijaksanaanmu makasih sekali  dan Frangky makasih untuk doa ulang tahunnya sangat memberkati. Wish u all the peace and joyfull Xmas and blessing new year. Tuhan memberkati.

Perumahan Sea, 25 Desember 2021

foto bareng setelah misa Natal. di samping gue ada Vincent (siswa), Marcela, Aris, Frangky
bersama pemuda Ansor yang bantuin jagain gereja saat kami sedang misa
nah ini saat di rumah keluarga Miki dan Vero
diskusi masa depan (pak Miki lagi coaching tentang cara cepat menuju pelaminan hehehe)
lobi meja makan
makanan istimewa nda ada di kosss jadi ajarrrr hehehe
terima kasih keluarga Tulung-Horohiung

Xmass: No Way Home!

di depan kandang natal Katedral Manado saat vigily natal 2021

Kalau sinterklas itu datang untuk membawa hadiah itu biasa tapi kalau dia datang untuk nyari-nyari warisan wah itu luar binasa! But wait wait! Nggak mungkinlah masa santa model begitu. Gue sih masih percaya ma kebaikan dan santa itu kan identik dengan kebaikan dan kemurahan hati. Ok fix, lupakan saja soal polemik itu wong gue nggak punya warisan yang buanyak kok untuk diperebutkan. Toh siapa juga yang mau memperebutkan warisan??? Hehehe

Biasanya sih di angkot-angkot dan pusat perbelanjaan sudah ramai dengan lagu-lagu natal, dan yang identik dengan sinterklas adalah lagu yang berjudul “santa Claus is coming to town”. Tapi sayangnya kali ini si santa bukannya coming to town tapi mungkin dapat digambarkan seperti dua judul film Spiderman: “Far from home” dan “no way home”! heheheh mungkin dia terjebak macet atau pengetatan prokes kali ya??? Kan nda mungkin karena dikurung oleh Doktor Strange toh?? Ntahlah tapi faktanya banyak yang kayak gitu saat natal tiba. Gue sih sudah biasa sejak zamanne ngejar ngejar sarjana paling jarang skali pulang natalan.

Banyak sih dalil-dalil tentang natal misalnya natal itu harusnya bersama keluarga bla bla bla, gitu ya? Tapi definisi natal itu spertinya banyak yang bergeser atau barangkali makna keluarga yang sudah bergeser? Gue nggak tahu! But anyway mungkin keluarga itu bisa siapa saja dan di mana saja—cukup! Asal aman, damai, bahagia that’s Xmass! NO WAR! WAR IS OVER! Kata John Lennon but gue lagi nggak sedang perang kok! Kalau begitu NO FEAR! NO ANGRY! And NO NO NO bla bla bla…apakah seperti itu? Gue nggak tahu!

Kandang natal adalah representasi sekaligus refleksi natal gue tahun ini. Seandainya dan seandainya—gue hanya bisa menyesalinya. Ini hanya masalah ‘tempat’ ‘rumah’ or home. Atau setidaknya natal yang sebenar-benarnya adalah rumah serumah-rumahnya tempat damai itu berawal.

Yah I just want “home” for Christmas. Rumah tempat kedamaian itu nyata bukan ilusi bukan tentang gengsi apalagi tentang kemunafikan tawa riang saat bersama.

Sederhana, mungkin juga tak layak tapi itulah satu-satunya tempat untuk sang “damai” menginap—meski hanya sehari atau semalam saja! Tapi apa mau dikata, apa yang boleh dibuat hanya sekadar sabar dan berdoa! Semoga segala pedih, sakit hati, dendam, marah segera berakhir dengan hati yang besar untuk memaafkan dan jangan lupa untuk melupakan juga!

Hmm mungkin kalau mau mengambil lirik awal lagunya Noah, “kulepas semua yang kuinginkan…” yups semua sudah dilepas tanpa beban dan tanpa dendam! Semua akan baik-baik saja meski tak kan terulang lagi dan mungkin jalan ceritanya sudah berubah! Manusia punya sisi baik dan buruk bahkan muncul di saat tak terduga. So don’t judge book by it’s cover!

Selamat natal dari tempat yang dekat namun terasa jauh kali ini…

Selamat natal untuk yang jauh di sana namun terasa sangat dekat kali ini…

And finally I’m 35th years old! Thank God for my wonderful magical years! Hope for the best season next year!

Manado, vigily natal 2021

di depan kandang natal keuskupan Manado setelah misa vigily natal 2021
bersama yang mulia bapa uskup Mgr. Estephanus Benedictus Roly Untu, MSC, Frangky dan Aris di depan kandang natal keuskupan setelah vigily natal 2021

Endgame Session One

Ide memang bisa muncul dari mana saja, tadi malam dalam sebuah “perjamuan” ala ala hogwards (mungkin gambarannya seperti lukisan mbah Leonardo Davinci dalam felem Da Vinci Code) teman saya sebut saja Namanya Yongki (yailah emang Namanya itu kok nda perlu lagi pake pake istilah “sebut saja”) melemparkan pertanyaan ke gue:

“ndak batulis blog lagi mner”?

Gue tertawa minimaiz sambil jawab

“lagi nyari nyari inspairesyen yong”

Hmmm dan next after that mulailah smua yang ada dipikiran gue muncul lima per lima seperti pesan WA anak-anak yang hilang selama satu semester tiba-tiba memenuhi notif gue!

Ok fix! Gue nulis deh tentang mereka. Siapa??? Ya mreka 28 anak anak yang dipercayakan ma gue selama smester ini!

Nah WA WA yang gue maksud tadi adalah pesan anak-anak gue yang mau mengkonfirmasi bahwa tugas-tugas mreka itu sudah selesai! Ya tradisi sperti ini memang tradisi tahunan jelang masa sekolah mendekati endgame session one! Alias jelang trima raport!

Gue lihat tanggal 6 para guru telah mengirimkan nilai-nilai mreka ke bagian kurikulum. Itu tandanya nilai udah fix dan tinggal dimurtadkan dalam bentuk raport! Selesai???

Ney ney ney! Beluuum kawan, nilai memang udah tapi gimana dengan tugas yang belum lengkap di Eschool?

Jawabannya adalah TETAP DILENGKAPI! Wai???

Coz itu syarat supaya kalian sabi ikut KBM session 2 nanti loh!

Sebagai wali negara ehhh wali kelas gue sangat apresyiet anak-anak gue 10 IPS 2 angkatan 64 karena sampai esai ini gue tulis status mereka sudah mencapai 90% lebih LENGKAP! Gue nggak tahu nilai raport mreka nantinya brapa tapi setidaknya mereka sudah bekerja keras!

Memang sih untuk urusan penyelesaian tugas ada yang cepat secepat usain Bolt, ada yang middle  ada juga yang sedikit lambat (tapi slesai juga kok) tapi kenapa masih ada yang belum lengkap??? Itu mungkin hanya masalah taiming aja. But never mind masing-masing punya kelebihan dan kekurangan juga kok. Gue senang mreka itu aktif dalam berkomunikasi dengan gue misalnya membalas chat gue atau mengangkat telpon gue setidaknya gue nggak kesulitan dalam memantau tumbuh kembang mreka (hmm udah kayak iklan susu nih pake tumbuh perkembangan segala heheee).

28 anak ini punya keunikan masing-masing dan semester ini gue bangga dengan mereka (mudah2an mereka baca ya ini pujian-pujian untuk mereka) mengurus mereka itu ibarat gue lagi dicoaching menjadi ayah yang standar lahhhh nggak usah baik hehehee itung itung gue sedang mempersiapkan diri supaya pas nantinya ngurus anak sendiri ya uada eksperiens lah (ayo ayo ayo mas, uda bicara anak in the fyuture tapi calon istrinya mana???)

28 anak-anak gue itu secara umum gue list aja ya

  1. Gotong royongnya kuat! (wah ini berkat guru pekaen nya luar biasa! Applause dong buat mner Raymond! Hehehehe)
  2. Sopan-sopan (pasti ini karena budi pekertinya kuat gimana mner Welly?? Betul jo?)
  3. Campur campur ada pendiam, pemalu, awkward, woles, speedy, agresifff (wauw), smartttt, ngegemesinnn hehehee dan daftar sendiri dehhh
  4. Pemalas??? Kayaknya tergantung moody aja ya
  5. Rajin??? Oh jelas apalagi kalau ditelpon telpon
  6. Introvert ekstrovert??? Banyakkkkkk kayak tinutuan campur
  7. Banyakan ciwi-ciwi yaahhh dong makanya cuwo cuwonya jadi terurus (khususnya dalam penyelesaian tugas hehehe) pokoknye balance lah mreka makanya klops (mirip Jurgen Klop ama Ipul mungkin ya???)
  8. Guanteng2 en cantyik2: JELAS SEKALI tohhhh
  9. Nda semua ngerti kalau wali kelasnya lagi bicarain Harry Potter hahahahaa
  10.  Isi jo sendiri neeee

Pokokeee season ini gue senenggg karena hampir semua anak gue sudah gue lihat dan ketemu face to face berkat PTM terbatas! Yahh ada sih beberapa yang memang sama sekali belum ketemu karena masih memilih PJJ. But never mind mudah2an seassson 2 nanti kalian full tim ya datang sekolah geysss

bagi yang tugas2nya belum lengkap tetap semangat semuanya ya ayoooo lengkapin supaya nanti liburannya tinggal mikirin yang lain hehehe

bagi yang nanti nilai raportnya masih warna lipstick mama it’s okey masih ada remedial, silakan hubungi guru mapel ya.

En finally buat yang nilai-nilainya udah wow KKM semua selamat dan tetap disiplin semua ya pertahankan prestasi kalian dan jangan lupa tolong teman-teman yang lain dibantu yaaa itung itung beramal hehehe

Okeoke selamat mempersiapkan liburan semuanya semoga kita smeua tetap sehat karena selama masa pandemic ini semuanya jadi nggak menentu. So tetap antusias dan hati-hati tentunya! Semoga liburan ini maknanya lebih banyak ke refleksi hehehe kurangi jalan-jalan perbanyak bapontar (upsss sama jo stou itu)

Maksud gue kalau bisa tinggal di rumah ya tinggal aja yaaaa jagain rumah toh juga nantinya ada PPKM yang artinya Pernah Perhatian Kemudian Menghilang eakkkkk

Okoke see you next semester! Happy Holiday!

(catatan makasih mner Yongky so se inga untuk ba tulis blog heheehe, awas ngana nda baca ehhh)

Manado, 7 desember 2021

Paka testa

paling susah itu kalau lagi buat soal semester yang bentuknya adalah menjodohkan. Wai? ya karena mencari jodoh saja kagak ketemu-ketemu apalagi mau pusing-pusing mencari persoalan menjodohkan! itu sih bukan mencari jodoh tapi malah mencari-cari masalah. loh kok masalah? yalah karna sekarang itu zamannya menjaga-jaga jodoh orang–kamu yang berjuang orang lain yang menikmati. (paka testa).

kalau dalam permainan badminton situweisyennya kira-kira seperti kamu lagi asyik asyiknya maen reli eh tiba-tiba dihantam smess yang menusuk urat hatiii jantung yang tak bisa kau kembalikan lagi. kamu mau minta celenss tapi ansaksesful.

pekan ini kami semua sedang kena demam! mulai dari demam bulutangkis sampe demam drama ujian (PAS), kejar-kejar nilai dan tugas anak hingga telpon telponan ma ortu dan anak untuk mengingatkan mreka supaya jangan lupa ikut ujian belum lagi ada drama centang mencentang (untuk sementara dipending dulu karna ada PAS) yang akan rame lagi mulai minggu depan. drama centang mencentang yang gue maksud adalah proses tugas-tugas siswa yang ada di eschool diperiksa dan dinilai oleh guru mapel. tahapan terakhirnya adalah “pencentangan”. pada saat dicentang maka status siswa di eschool akan berubah dari “merah” menjadi “hijau” artinya AMAN. kalau sudah aman berarti wali kelas bisa berjoget dua hari dua malam hehehee (FYI: E-school adalah sistem akademik yang diciptakan khusus untuk kegiatan pembelajaran di skolah kami lohhhh keren toooo??? ujiannya aja berbasis CBT ckckckck) tepuk tangan dong!

nah dari rumitnya drama-drama yang muncul di skolahan maka kami mencoba mencari sesuatu yang setidaknya menyegarkan pikiran sekaligus menyehatkan. jadilah pilihan kami jatuh ke bermain bulutangkis. kebetulan lagi rame to dengan Indonesia Open, saking ramenya beberapa hari ini ruang guru menajdi semacam area nobar badminton setiap slesai jam sekolah hehhee.

hmm lumayan juga permainan kami itu sperti lawak-lawak saja! capeknya habis di tertawa ngakak. maklum semuanya bukan pemain pro kayak yang di teve-teve. bola tanggung yang harusnya di smess dengan mudah malah nyangkut di kepala. loh? emangnya raketnya mukul apaaan??? angin bro!

nah kalau sudah begini pasti yang disalain “silau”. adoh silau noh so nda dapa lia tu bola! hmmm pinter skali ngelessnya. padahal memang so nda mampu karena buku-buku alias kuda-kuda so rapuh!

but eniwey no problem! yang penting fun to??? dan yang terutama adalah poto-poto dong slesai bermain hehehe. kebiasaan!

(sewaktu menulis esay ini, lupa kalau ternyata hari ini adlah hari guru. ok selamat hari guru kawan-kawan pejuang silabus , erpepe dan laporan daring hehehe)

manado, 25 November 2021

Munte, Lumpias, Tatelu

Menonton film Hujan di bulan Juni sudah kayak terbawa suasana film AADC 1 dan 2. Semua main puisi-puisi-an. Sarwono dan Rangga beda-beda tipis, gitu juga Cinta dan Pingkan. Apakah cerita Pingkan dan Sarwono masih punya kelanjutannya so sama dengan fans AADC yang bertanya adakah kelanjutan cerita Rangga dan Cinta???

Hhm itu sama deng bertanya soal kelanjutan kamu dan aku?! Mo sampe di puade atau Cuma sampe di Lihaga abis itu anyor tabawa ombak hahahaa jau jau jau eh ini moba curhat atau mo beking lagu ta sonentau (sebagai pengingat kalau penggunaan kata “LIHAGA” hanya fiktif belaka tidak ada hubungannya dengan dong yang pigi ka sana ehhhh)

Cerita Pingkan dan Sarwono memang memusingkan seperti novel kelanjutannya yang kayaknya mungkin sudah tak ada lagi seiring sang penulis dan penyair opa Sapardi Djokodamono telah pergi dalam keabadian. Selamat berisitirahat opa. Puisi mu akan abadi dalam ingatanku!

Klean tahu to apa itu Lihaga??? Lihat saja di mister gugel pasti ada kok. Silakan ketik LIHAGA ISLAND.

Seperti pantai yang sedang santai di sebuah pulau yang mungkin sedang galau

Namun keabadian itu tetap pada arus yang membawa kita ke seberang yang berbeda

Seperti perahu yang susah untuk melawan derasnya arus

Kamu mungkin tahu kalau kita itu bukan arus

Kita itu harus!

kamu mungkin menganggap semua ini adalah lelucon ombak lima meter di saat terik dan teduhnya pantai Lihaga.

Tapi kamu harus tahu kalau aku menganggap semua ini serius sebagaimana kekalahan Markus dan Kevin beberapa jam yang lalu. (Yang uda nonton final Indonesia Master apakah kalian paham betapa robek-robeknya hatinya para BL Indonesia???? Itu lebih sakit dari melihat tugas anak perwalian yang bertambah di eschool geyssss)

Kamu adalah kemenangan yang tersimpan dalam sunyinya penonton, padahal kemewahan seperti di Bali sangat jarang terjadi. Salah satu kemewahannya adalah gue dapat melihat Chiharu Shida ohh copseyyy lovely banget! Hehehe

Kenapa ya semua yang diceritakan sering berbeda dengan yang dirasakan atau bahkan jauh dari sebuah kenyataan?

Cinta bukan hanya soal kemenangan seperti aku ke kamu yang bagai fans Liverpool senantiasa bersabar di setiap musim ke musim. (mungkin slogan “percaya kepada proses” lebih cocok untuk kami fans the kopites ya ketimbang untuk fans MU) hehehehe. (saat menulis ini gue dapat kabar kalau Ole akhirnya di kick out dari emyu, hmmm spertinya memang benar nggak ada lagi yang percaya ama proses hehehee)

akhirnya gue tutup esai ini dengan sebuah pantun
dari Munte ke Lumpias jangan lupa terus Tatelu. artinya???

Munte itu (MulaNya Tak Enak) Lumpias (Lupa Mantan Pe tampIAS) Tatelu (Tapi Ternyata LUpa juga)

Manado, 21 November 2021