Daun Woka

This is the post excerpt.

Iklan
4600921202_5852742363_z
nasi Kuning daun woka (sumber gbr flickr)

aku sebenarnya agak kikuk menggunakan nama ini (daun woka) karena maknanya bagi orang Minahasa (menurut kamus marga “fam” minahasa) sangat berkaitan dengan posisi/strata yang dihormati meski orang Minahasa sendiri tidak mengenal pembagian kasta atau kebangsawanan sebelum “kompeni” masuk mencaplok tanah Toar dan Lumimuut diikuti dengan penguasaan oleh kerajaan-kerajaan sekitar yang feodal. menurut kamus itu daun woka yang kuning keemasan adalah dasar munculnya fam TUWO yang melambangkan keperibadian seorang pemimpin yang mulia dan dihormati. tapi aku tak mau menjadi pemimpin yang dihormati aku ingin jadi orang kecil yang terhormat meski hanya menjadi “pembungkus” nasi kuning yang dijual dibeberapa warung pinggiran kota Manado. ya daun woka yang menjadi hiasan di acara-acara…setidaknya itulah kebanggaan yang kumiliki dengan menyandang fam TUWO dari leluhur. menjadi yang dilihat tanpa mata, dirasa tanpa hati namun tetap ada dan memberi. berkarya dalam kesunyian…

Penulis: daunwoka

Sukarno, Beatles, Sejarah, puisi, essay.

9 tanggapan untuk “Daun Woka”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s