-
Tetap Bung Karno!
Tetap Bung Karno! Oleh Bung Neo Setiap kali aku melihat kepala banteng, aku selalu terkenang akan bung Karno. Kebetulan ada banyak bendera partai yang berkibar selama masa kampanye pilkada. Bung Karno memang erat kaitannya dengan kepala banteng yang melambangkan kerakyatan. Masa perjuangan dan pergerakan bung Karno memang bernafaskan kerakyatan yang dikenal dengan marhaenisme. Semakin memuncak…
-
Mengapa Belajar Sejarah?
Mengapa Belajar Sejarah? Oleh Bung Neo G.W.F Hegel pernah berkata, “satu hal yang dapat dipelajari dari sejarah adalah bahwa tak seorang pun pernah mempelajari sesuatu dari sejarah”. Fenomena ahistori di masyarakat kita bisa digambarkan dari munculnya fundamentalis agama dan primordialisme. Ambil saja contoh tentang isu kebangkitan PKI. Di Negara ini kata PKI bagaikan hantu…
-
Revisionist History dan Guru Sejarah
Revisionist History dan Guru Sejarah Oleh Bung Neo Sejarah adalah milik mereka yang menang; sebuah ungkapan yang seolah-olah melegitimasi sang pemenang untuk mengontrol narasi dalam historiografi mereka. Pada zaman kolonial, historiografi nusantara ditulis sesuai dengan keinginan pemerintah kolonial. Begitu pun pada masa kemerdekaan maka penulisan sejarah berubah menjadi historiografi nasional. Apa yang di masa…
-
Perempuan
Perempuan Oleh Bung Neo Untuk Finneke Wolajan Aku mengenal seorang perempuan Kini ia seorang wartawan Darinya aku tahu apa itu menawan Menawan adalah melawan Aku mengenal seorang perempuan Satu-satunya di antara kami lelaki Satu-satunya teman diskusi Di saat ideologi dikuasai lelaki Aku mengenal seorang perempuan Mungkin bukan seorang Bohemian Yang penting…
-
Simbol
Simbol Oleh Bung Neo Kita masih menjadi bagian dari masyarakat yang sangat mementingkan simbol daripada penghayatan dan pemahaman. Cara mengekspresikan pandangan agama dan politik dibungkus dalam gerak lahiriah yang kadang justru melahirkan kemunafikan dan kefanatikan yang ekstrim. Ukuran seseorang menjadi pemeluk agama yang taat dan beriman dilihat dari rajinnya ia beribadah; selalu berbicara tentang firman;…
-
Pas-Kah kita bersatu kembali?
Pas-Kah kita bersatu kembali? Oleh Bung Neo 14 Nisan 1513 SM malaikat pencabut nyawa “melewatkan” anak-anak sulung Israel dari pembantaian. Tuhan membinasakan anak-anak sulung Mesir sekaligus sebagai tanda pembebasan bangsa Israel dari perbudakan. 14 Nisan 33 M Yesus menjadi korban paskah bukan hanya bagi orang Kristen Yahudi masa itu tapi juga meluas kepada orang-orang…
-
Hanya Sajak
Hanya Sajak Oleh Bung Neo Mungkin ia sedang melihat angsa tertawa di sekeliling peziarah yang juga sedang kagum-kagumnya pada bangunan tua bergaya victoria. Ia terus mendayung, melaju perlahan diikuti ikan-ikan kecil yang juga bernyanyi riang. Di atas meja hanya ada selembar kertas kosong. Ia belum bisa menemukan kata karena imaji begitu kuat menahan…
-
Sabda Sabtu
Sabda Sabtu Oleh Bung Neo Buku puisi selalu menjadi pilihan saat akhir pekan tiba Ia adalah pacar yang selalu berganti mengucapkan sabda malam minggu, setia menunggu melihat api bekerja pada jiwa yang mabuk asmara meski cinta yang selalu marah mengucurkan darah ada apa dengan cinta? Kalau tidak ada New York hari ini; sabtu…
-
Klandestin
Klandestin Oleh Bung Neo Manusia memang sering memperumit sebuah definisi. Misalnya tentang arti hidup itu sendiri; pengertian-pengertian berdasarkan ilmu sudah banyak dikemukakan oleh para ahli, namun bagi Tan Malaka hidup berarti bukan atau tidak mati. Cukuplah kata “tidak mati” menutup semua perdebatan tentang apa itu hidup. Sekarang manusia berlomba untuk menghidupkan hidupnya. Mengapa? Bukankah…
-
God Bless
God Bless Oleh Bung Neo Aku kembali membuka halaman demi halaman majalah Historia edisi nomor 34 tahun 2016. Dalam kolom “ragam” aku membaca penjelasan tentang kebiasaan mengucapkan “God Bless” (Tuhan memberkati) tatkala ada yang bersin. Artikel lama ini mengingatkanku kepada seorang teman empat tahun lalu yang mengucapkan “God Bless” sewaktu aku bersin. Waktu itu aku…
